Tiur sudah sebelas tahun bangga pada satu hal: ia tidak pernah merepotkan orang tuanya. Kuliah di Bandung dengan beasiswa, bekerja di Jakarta, menabung sendiri. Lalu ayahnya meninggal di depan mesin cetak tua pukul dua pagi, dan penagih pertama datang ke rumah duka sebelum peti ditutup.
Di lemari ayahnya, Tiur menemukan buku kas bersampul hijau: sebelas tahun utang yang disembunyikan, sertifikat rumah yang tersimpan di lemari seorang rentenir, dan satu huruf yang muncul berulang-ulang tanpa penjelasan. Dengan tenggat 30 September, abang tertua ayahnya yang siap menjual rumah, dan adik-adik yang ternyata menyimpan rahasia masing-masing, Tiur harus melunasi semuanya sambil mencari tahu untuk apa sebenarnya utang terbesar itu dibuat.
Yang akan kamu temukan:
Cocok untuk pembaca drama keluarga dan fiksi realis, siapa saja yang pernah menjadi anak sulung, dan siapa pun yang pernah bertanya-tanya berapa sebenarnya yang telah dibayar orang tuanya untuk hidupnya.
Belum ada ulasan. Ulasan hanya bisa ditulis oleh pembeli yang sudah membayar.
Masuk untuk menulis ulasan setelah membeli.