Sekar adalah penaksir emas di Semarang. Ia bisa membedakan emas dua puluh dua karat dari emas muda hanya dengan satu goresan di batu uji. Tujuh hari sebelum akad dengan Raka, laki-laki paling sabar yang pernah ia kenal, seseorang menyodorkan cincin ke loketnya: Bayu, mantan yang empat tahun lalu menghilang tepat sebelum hari lamaran, tanpa pamit dan tanpa penjelasan.
Bayu tidak datang untuk merebutnya. Ia hanya menggadaikan cincin itu dan meninggalkan sekantong surat. Surat-surat yang ditulis dengan tulisan tangan yang sangat Sekar kenal: tulisan tangan calon suaminya sendiri. Dengan tenda yang sudah berdiri, enam ratus undangan yang sudah tersebar, dan keluarga besar yang sibuk mengurus seserahan, Sekar punya tujuh hari untuk menaksir ulang semua orang yang ia cintai, termasuk dirinya sendiri.
Yang akan kamu temukan:
Cocok untuk pembaca yang menyukai romansa dewasa dan drama keluarga, yang ingin novel sekali duduk dengan akhir yang tuntas, dan siapa saja yang pernah bertanya-tanya bagaimana jika masa lalu mengetuk pintu tepat sebelum hari bahagia.
Belum ada ulasan. Ulasan hanya bisa ditulis oleh pembeli yang sudah membayar.
Masuk untuk menulis ulasan setelah membeli.