Banyak produk sepi pembeli bukan karena jelek, tetapi karena dibuat untuk masalah yang hanya ada di kepala pembuatnya. Buku ini mengajakmu berhenti menebak dan mulai menyelidiki, lewat laporan seorang penyelidik pasar rekaan yang memeriksa dua ide: panduan belajar pecahan dari seorang guru les di Pontianak dan preset foto produk dari seorang fotografer di Kendari. Setiap bab adalah satu kasus, lengkap dengan barang bukti, saksi, dan kesimpulan. AI dipakai sebagai juru catat untuk merangkum dan mengelompokkan suara pembeli, bukan untuk menebak.
Yang akan kamu pelajari:
- Mengubah ide menjadi dugaan yang bisa diuji, menulis lima pertanyaan riset, dan menetapkan ambang keputusan sebelum mencari bukti
- Mengumpulkan suara pembeli dari komentar, ulasan marketplace, pertanyaan di grup, Galeri Iklan Meta, dan Google Trends secara etis tanpa mengambil data pribadi
- Prompt terstruktur untuk mengelompokkan keluhan dan kata kunci, serta cara menangkap kutipan atau angka yang dikarang AI
- Skor peluang empat kriteria (sakitnya masalah, kemauan membayar, persaingan, kecocokan) dan wawancara lima calon pembeli tanpa menggiring
- Uji minat dengan daftar tunggu dan pre-order kecil yang jujur, lalu putusan lanjut, ubah, atau buang
Dilengkapi berkas kasus siap isi, kumpulan prompt, lembar skor, dan naskah wawancara. Semua angka kasus adalah contoh rekaan.
Cocok untuk calon pembuat produk digital, pemilik UMKM yang ingin meluncurkan produk baru, freelancer, dan siapa pun yang ingin memastikan ada pembeli sebelum mulai membuat.