Dua ribu pesanan masuk semalam, stok baru separuh, dan kurir hanya datang sekali sehari.
Salma dan Fadli menjual kerudung dari ruang tamu rumah orang tua mereka di Malang. Pada malam 12.12, ponsel Salma berbunyi tanpa henti dan menjelang subuh angka pesanan berhenti tepat di dua ribu, padahal stok jadi baru seribu helai dan kurir hanya datang sekali sehari, pukul empat sore.
Dalam hitungan jam, ruang tamu berubah menjadi gudang. Ibu menjahit, Bapak diam saja, Bu Tini membawa lontong sayur sekaligus keahlian melipatnya, Dinda yang kelas tujuh membuat tabel, dan seorang pembeli cerewet menelepon berkali-kali soal satu kerudung warna sage. Di tengah kekacauan itu, ada satu pertanyaan kecil yang tak dijawab siapa pun: siapa yang diam-diam memasang iklan malam itu? Cerita enam episode.
Masuk atau buat akun gratis untuk berkomentar dan memberi bintang.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!