Tiga puluh tahun Bapak membawa orang menyeberangi Musi. Sekarang ia tidak mau bicara sepatah kata pun.
Setelah stroke, Bapak, mantan pengemudi perahu ketek di Sungai Musi, duduk di kursi roda menghadap jendela dan menolak berlatih bicara. Anton, anak sulungnya, pulang dari Jakarta dan bekerja dari rumah untuk merawatnya, tetapi kesabarannya cepat habis. Sampai adiknya bertanya satu hal sederhana: sudahkah Bapak diajak melihat sungai? Lalu perahu biru bertuliskan nama Mak hendak dibongkar, dan Anton harus memilih antara kursi manajer di Jakarta dan satu penyeberangan terakhir. Cerita tiga episode dari Palembang.
Masuk atau buat akun gratis untuk berkomentar dan memberi bintang.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!